Tampilkan postingan dengan label hakekat manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hakekat manusia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

HAKEKAT MANUSIA SEBAGAI PENERIMA DAN PENGEMBANG ILMU DALAM BERBAGAI PARADIGMA



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Filsafat mulai ketika manusia mengagumi dunia dan berusaha menerangkan berbagai gejala dunia. Apabila kita sungguh-sungguh hidup dengan sadar di dunia ini, tak dapat tiada kita tentu akan berhadapan dengan berbagai pertanyaan dan persoalan. Hasrat akan mengerti itu menyatakan diri dalam bermacam-macam pertanyaan yang sungguh-sungguh tidak mudah dijawab sekaligus. Yang dapat bertanya demikian hanya manusia, sedangkan hewan ia hanya memiliki pengetahuan terbatas untuk kelangsungan hidupnya, selain itu hewan juga tidak dapat bertanya dan tidak mempersoalkan apa yang dialaminya. Manusia dianugerahi sifat-sifat Tuhan, salah satunya adalah sifat “Mengetahui”, karena hal itu maka Tuhan memberikan manusia akal dan pikiran untuk menerima ilmu pengetahuan yang disampaikannya melalui wahyu-wahyu Nya. Selain itu manusia juga harus mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut.
Manusia semenjak dilahirkan di dunia ini dihadirkan dengan seluruh pertanyaan-pertanyaan yang selalu ingin dicari jawabannya. Ini jugalah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dan pengetahuan yang mendorong manusia yang menjadi mahluk yang paripurna.
Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia yang disebabkan oleh dua hal utama, yakni pertama manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasi informasi dan jalan fikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua yang menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap adalah kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka berfikir tertentu.